• About
  • Contact
  • My Twitter
  • My Facebook

Learning To Earning

Belajar Untuk Mendapatkan...

  • HOME
  • ALGORITMA
  • PHP
  • JAVA
  • CCNA 4
  • Hardware
  • NGE-BLOG
Home » CCNA 4 » Frame Relay Beserta Penerapannya Dalam Simulasi Jaringan

Frame Relay Beserta Penerapannya Dalam Simulasi Jaringan

Frame Relay beserta penerapannya dalam simulasi jaringan


FRAME RELAY


Frame Relay ialah teknologi switching yang memfasilitasi koneksi atau hubungan point-to-point atau point-to-multipoint. Frame relay dikembangkan untuk mendukung pengiriman data dengan kecepatan tinggi melalui jaringan telekomunikasi LAN to LAN. Tujuannya ialah untuk menyediakan cara untuk mengirim informasi melalui WAN (wide area network) dengan membagi-bagi informasi itu ke dalam bingkai-bingkai (frame) yang berisi informasi tersebut.
Setiap frame memiliki tujuannya masing-masing dan tujuan tiap frame telah ditetapkan oleh jaringan.Untuk sampai ke tempat tujuannya, setiap frame harus mengalami perpindahan berkali-kali dalam jaringan frame relay itu sendiri. Namun, Frame Relay merupakan usaha terbaik dalam dunia jasa layanan networking.

Keunggulan Frame Relay
Frame Relay memiliki beberapa kelebihan dibandingkan protokol tipe lain, yaitu: 
  • Penggunaan bandwith oleh virtual circuit hanya saat transmisi data. Beberapa virtual circuit dapat secara bersamaan tetap berfungsi di jalurnya masing-masing. Bila diperlukan, setiap virtual circuit dapat menggunakan cadangan bandwith yang ada supaya transmisi data berlangsung lebih cepat
  • Kecanggihan reliabilitas saluran komunikasi pada Frame Relay, membuat proses pemecahan kesalahan (error-handling process) tidak memakan waktu lama. 

Rangkaian Virtual Frame Relay

Rangkaian virtual frame relay dapat  dibagi menjadi dua kategori yaitu Switched  Virtual Circuit (SVC) dan Permanent Virtual Circuit (PVC).


1.  Switched Virtual Circuit (SVC)
tersedia berdasarkan call-by-call. Membangun sebuah panggilan menggunakan protocol pensinyalan SVC (Q.933) dapat disamakan dengan menggunakan telepon biasa. Pengguna yang akan menentukan alamat tujuan sehingga mirip dengan nomor telepon. Sesudah rangkaian virtual diputus, piranti DTE harus membangun SVC yang baru jika terdapat data tambahan yang akan dikirimkan lagi.


2.  Permanent Virtual Circuit (PVC)
PVC ini merupakan suatu jalur yang telah tetap, yang secara permanen dibangun untuk mengirimkan data yang bersifat kontinyu. Komunikasi menggunakan PVC tidak memerlukan
keadaan call setup dan terminasi seperti digunakan pada SVC. Dengan PVC, piranti DTE dapat mengirim data kapanpun data itu diperlukan sebab rangkaian dibangun secara permanen.


3.  Data Link Connection Identifier (DLCI)
Header frame relay terdiri dari deretan angka sepuluh bit. DLCI merupakan nomor rangkaian virtual frame relay yang berkaitan dengan arah tujuan frame tersebut. Dalam hal hubungan antar kerja LAN-WAN, DLCI ini akan menunjukkan port-port LAN pada sisi tujuan yang akan dicapai.
 Dengan mempunyai 10 bit maka DLCI akan mempunyai 210 atau 1.024 kemungkinan kombinasi alamat tujuan. Tetapi beberapa nomor DLCI dicadangkan untuk tujuan-tujuan tertentu).


IMPLEMENTASI FRAME RELAY

Sebelum router Cisco mampu mengirimkan data lebih Frame Relay, perlu untuk mengetahui peta DLCI lokal ke Layer 3 alamat tujuan jarak jauh. Router Cisco mendukung semua protokol lapisan jaringan lebih Frame Relay, seperti IP, IPX, dan AppleTalk. Ini pemetaan alamat ke DLCI dapat dicapai baik oleh pemetaan statis atau dinamis.



Untuk mengimplementasikan Frame Relay dengan Router Cisco, maka pada masing-masing Interface dikonfigurasi dengan enkapsulasi Frame Relay dan mapping ke DLCI.

Mekanisme Pengiriman Paket Data Suara melalui Frame Relay

Trafik voice ditransmisi dengan menggunakan virtual circuit. Virtual circuit yang digunakan dapat berupa PVC atau SVC. Saat trafik voice dikirim, trafik tersebut terlebih dahulu disegmentasi dan dienkapsulasi. Mesin segmentasi akan menggunakan fragmentasi FRF.12 yang (dikenal juga dengan FRF.11 Anex C) memungkinkan berbagai frame data yang panjang dapat dipecah (difragmentasi) menjadi bagian-bagian kecil dan disisipkan di antara berbagai frame standar (frame real-time). Cara tersebut memungkinkan frame data voice real-time dan nonreal-time dapat dibawa bersama pada beberapa link berkecepatan lebih rendah tanpa menyebabkan kondisi delay yang signifikan pada trafik real-time.
Ukuran (size) segmentasi harus memenuhi kapasitas atau tingkatan line atau port akses. Untuk meyakinkan stabilitas koneksi, ukuran segmentasi di kedua ujung koneksi voice harus dikonfigurasi terlebih dulu agar sesuai. Ketika segmentasi voice dikonfigurasi, semua fungsi priority queueing, custom queueing, dan weighted fair queueingdinonaktifkan dalam interface tersebut. Proses konfigurasi voice dan trafik data melalui DLCI Frame Relay, perlu mempertimbangkan masalah traffic-shafing ke dalam account guna meyakinkan reliabilitas koneksi voice.


Konfigurasi VoFR dengan Cisco

VoFR menggunakan Frame Relay untuk mengirim berbagai trafik voice. Sinyal dikrimkan melalui layer 2 (Ly), sehingga diperlukan konfigurasi beberapa parameter timing di samping elemen-elemen atau fitur-fitur spesifik dial peer dan  voice port VoFR mengacu pada spesifikasi FRF.11 dan FRF.12.
implementasi VoFR cisco mendukung tipe-tipe panggilan VoFR seperti Trunk Static FRF.11 dan panggilan Swiitched VoFR. Tipe kedua meliputi panggilan Dynamic switched dan panggilan Cisco Trunk (private line). VoFR memungkinkan sebuah device Cisco membawa trafik voice melintasi jaringan Frame Relay. Trafik tersebut dapat berupa panggilan telepon atau fax.

Konfigurasi frame relay untuk mendukung suara

Konfigurasi Frame Relay guna mendukung voice menggunakan aplikasi map class. Map class disambungkan ke sebuah DLCI tunggal atau ke sebuah grup DLCI, tergantung pada bagaimana class tersebut diterapkan ke virtual circuit. Jika di sana terdapat banyak PVC untuk dikonfigurasi, berikan property traffic-shaping yang sama ke PVC tersebut. Nilai untuk setiap PVC tidak ditetapkan secara statis. Multimap class dengan variable-variabel berbeda untuk masing-masing map class dapat juga dibuat. Pengonfigurasian map class terdiri dari dua tahap, yaitu mengonfigurasi map class untuk mendukung trafik voice dan mengonfigurasi map class untuk parameter-parameter traffic -shaping.
Aplikasi map class tersebut menuntut adanya sejumlah bandwith cadangan. Jika tidak memiliki cadangan bandwith yang cukup, panggilan-panggilan baru akan ditolak. Saat menghitung jumlah bandwith yang dibutuhkan, jangan lupa untuk memasukkan overhead pemaketan (packetization) voice, tidak hanya bandwith dasar pembicaraan codec.
Dalam setiap packet voice, terdapat enam sampai tujuh byte dari total overhead, termasuk header dan flag Frame Relay standar. Untuk beberapa subchannel (CID) dengan penomoran kurang dari 64, overhead-nya sebesar 6 byte. Untuk subchannel dengan penomoran lebih besar atau sama dengan 64, overheadnya 7 byte. Tambahan satu byte jika nomor urutan voice diaktifkan dalam paket-paket voice.

0 Response to " Frame Relay Beserta Penerapannya Dalam Simulasi Jaringan"

Post a Comment

Anda sopan, saya segan.

‹
›
Home
View web version

Tentang Saya

  • Bimbim
  • Unknown
Back to top!
Copyright 2013 Learning To Earning - All Rights Reserved Powered by Blogger